4LIFE TRANSFER FACTOR – INDONESIA

Hear our Heart … Heart our Health … Health our Wealth …

  • Distributor-4Life-TangerangDISTRIBUTOR-4LIFE-TRANSFER-FACTOR

  • GRAND OPENING 4LIFE JAKARTA 19 MAY 2012

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Indonesia

    4Life-TangerangVANI
    Presidential Diamond

    ID 7336606
    0818.0800.7300
    0813.8669.8090
    PIN BB 2B1616FB
    fung_lan@yahoo.com

    ____________________

    Distributor-4Life-Jabodetabek

    4Life-JakartaHARSONO
    Presidential Diamond
    ID 7336606
    WA / Call : 0818.80.9095
    PIN BB 5F49549D
    harsono_b@hotmail.com

    ___________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jakarta

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jakarta Pusat

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jakarta Barat

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jakarta Utara

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Bogor

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Bangka

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Belitung

    4Life-JakartaLIA
    Qualified Diamond
    ID 8277866
    0852.6844.6816
    0877.9115.6782
    PIN BB 2262A0EA

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Batam

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Kepulauan Riau

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Pemangkat

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Singkawang

    4Life-BatamHERRY
    ID 8480911
    0812.701.9698
    PIN BB 28B8AD13

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Tangerang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Serpong

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-BSD

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Karawaci

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Alam Sutera

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Modernland

    4Life-TangerangVANI
    Presidential Diamond

    ID 7336606
    0818.0800.7300
    0813.8669.8090
    PIN BB 2B1616FB
    fung_lan@yahoo.com

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Purwodadi

    4Life-SemarangNELLY
    Qualified Diamond

    ID 7848309
    0878.3332.1460
    PIN BB 25D6EBFB

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Cirebon

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Indramayu

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jatibarang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Subang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Cikampek

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Kuningan

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Majalengka

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Brebes

    4Life-CirebonWIHARTO
    Qualified Diamond
    ID 7914388
    0812.2625.8269
    0816.649.439

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Kudus

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Demak

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Temanggung

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Rembang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Pati

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Tayu

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Juwana

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jepara

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Purwodadi

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Grobogan

    4Life-KudusRUTH RATNA
    Presidential Diamond
    ID 8035765
    0878.3212.8891
    PIN BB 7402431A

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jogyakarta

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Solo

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Klaten

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Sleman

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Wonosobo

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Magelang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Purworejo

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Sukoharjo

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Wonogiri

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Wonosari

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Batu

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Blitar

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-KarangAnyar

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Kediri

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Madiun

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Magetan

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Malang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Ngawi

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Patehan

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Sukorejo

    4Life-YogyakartaJOHANNES J.W.
    Qualified Diamond
    ID 8239481
    081328417557
    08175464857
    PIN BB 2BF9E400

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Karawaci

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Semarang

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Weleri

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Bandungan

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Salatiga

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Ungaran

    4Life-KarawaciMONITA .MD .CTC
    Qualified Diamond
    ID 8796136
    0821.3517.7518‬
    PIN BB 59B81B25
    monitamd03@gmail.com

    ____________________

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Jogyakarta

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Solo

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Klaten

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Sleman

    Distributor-4Life-Transfer-Factor-Magelang

    4Life-YogyakartaNOVIA
    Qualified Diamond
    ID 8387531
    0818.0405.0565 (WA)
    0813.2515.1587

    ____________________

  • Distributor-4life-tangerang-indonesiaPeluang-bisnis-4Life-Tangerang

    Distributor-4Life-Semarang

    TERAPI IMUN :
    TRANSFER FACTOR yang terdepan PEMIMPIN PASAR Immune booster 437%

  • Blog Stats

    • 28,845 hits
  • MASUK PDR ( Buku Panduan Dokter ) USA sejak 2003

    4Life-TF-Distributor-Tangerang

  • REKOMENDASI PEMERINTAH RUSIA

    tftangerang

  • SERTIFIKAT HALAL MALAYSIA

    distributor-tftangerang

  • SERTIFIKAT ANTI DOPING (AMAN UNTUK ATLET)

    distributor-tf-tangerang

  • ANGGOTA APLI

    distributor tf tangerang

  • PATENT UNTIL 2020 (TANPA KOMPETITOR)

    distributor tf tangerang

  • INC.500 tahun 2003

    Distributor-TF-Tangerang-4Life

  • SUCCESS MAGAZINE

    distributor-tftangerang

  • RSS 4Life INDONESIA

  • RSS 4Life BANTEN

  • RSS 4Life TANGERANG

  • RSS 4Life KARAWACI

  • RSS 4Life BSD

Inilah Program Pengendalian Kanker di Indonesia

Posted by Transfer Factor 4Life - Tangerang on October 23, 2012

OKEZONE.COM

Part 1 : (http://health.okezone.com/read/2012/05/04/482/623937/inilah-program-pengendalian-kanker-di-indonesia-i)

Part 2 : (http://health.okezone.com/read/2012/05/04/482/624157/inilah-program-pengendalian-kanker-di-indonesia-ii-habis)

detail berita

Dirawat di rumah sakit (Foto: Corbis)
KANKER merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang mendapatkan perhatian serius dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Beberapa program pengendalian pun telah disusun dan diterapkan sejak lima tahun yang lalu.

“Program pengendalian kanker secara terorganisir sudah dilakukan sejak sekitar lima tahun terakhir di Indonesia, sejalan dengan dibentuk dan aktifnya Direktorat Pengedalian Penyakit Tidak Menular di DitJen P2PL. Di pihak lain, pengendalian penyakit menular sudah jauh lebih lama banyak dikerjakan luas sejak Indonesia merdeka,” tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI dalam rilis yang diterima Okezone, Jumat (4/5/2012).

Beban ekonomi pengobatan kanker tidak hanya berdampak terhadap sistem kesehatan, tetapi juga untuk individu dan rumah tangga mereka yang terkena kanker. Dampak ini akan dirasakan paling kuat di kelompok sosioekonomi rendah, khususnya (meskipun tidak secara eksklusif) di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana jaring pengaman sosial, seperti asuransi kesehatan universal kurang tersedia. Sebagai konsekuensinya, kanker bisa menjadi penyebab utama kemiskinan.

Mengingat pasien kanker membutuhkan perawatan jangka panjang, maka dibutuhkan tambahan beban ekonomi tersendiri bagi diri pasien dan keluarga. Oleh karenanya, diperlukan upaya pengendalian dari adanya penyakit ini.

Berikut lima kegiatan pengendalian kanker yang telah disusun dan dilaksanakan di Indonesia yang dipaparkan Tjandra.

1) Program Promotif dan Pencegahan

Penyebab utama kanker adalah penerapan gaya hidup yang tak sehat. Maka, promotif dan pencegahan merupakan salah satu program penting sebagai upaya pengendalian kanker.

“Kementerian Kesehatan telah memperkuat sosialisasi pengendalian kanker di berbagai daerah. Pedoman pengendalian faktor risiko kanker telah disusun untuk petugas kesehatan, kader, anak usia sekolah, dan masyarakat yang berisiko tinggi,” jelas Tjandra.

Program promotif dan pencegahan dilaksanakan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan lintas program, lintas sektor, organisasi pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Konten program promotif dan pencegahan yang telah dilaksanakan meliputi Kampanye Nasional Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Upaya pengendalian merokok, peningkatan aktivitas fisik, dan peningkatan konsumsi sayur buah telah terintegrasi dalam program PHBS,” jelas Tjandra.

Selain kampanye PHBS, program lainnya adalah advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). KTR telah dilakukan Kementerian Kesehatan kepada Pemerintah Daerah. Setiap daerah diharapkan mempunyai kebijakan KTR pada fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat bermain anak, dan tempat ibadah.

“Pada saat ini, sebanyak 43 Kabupaten/Kota di 21 provinsi telah mempunyai peraturan penerapan KTR di daerah masing-masing,” katanya.

2) Program Deteksi dan Tindak Lanjut Dini

Program deteksi dini dilaksanakan untuk beberapa kanker yang dapat dideteksi secara dini, seperti kanker leher rahim, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker orofaring, dan retinoblastoma.

Beberapa jenis kanker yang telah diadakan program deteksi dini oleh pemerintah adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Deteksi dini dan skrining kanker leher rahim dilakukan dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan jika ditemukan IVA positif, maka dilakukan krioterapi dengan metode kunjungan tunggal.

Pertimbangan menggunakan metode IVA didasarkan pada efisiensi, efektivitas, dan fisibilitas dalam pelaksanaan skrining kanker leher rahim di seluruh pelosok Tanah Air, yang umumnya belum terjangkau fasilitas pemeriksaan patologi anatomi. Pada daerah perkotaan yang mempunyai atau dekat dengan fasilitas pemeriksaan patologi anatomi, sebagian masyarakat melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan pemeriksaan pap smear.

Deteksi dini kanker payudara menggunakan metode pemeriksaan klinis payudara oleh petugas terlatih/Clinical Breast Examination (CBE) dan SADARI. Kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas, praktik dokter, bidan swasta, dan rumah sakit. Provider kegiatan ini adalah dokter umum dan bidan. Mammografi digunakan untuk pemeriksaan lanjutan kanker payudara pada fasilaitas kesehatan lebih tinggi (rumah sakit).

“Program deteksi dan tindak lanjut dini kanker payudara dan kanker leher rahim telah dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan melalui kerja sama dengan berbagai profesi dan pihak lainnya. Program deteksi dini kanker dapat dikembangkan berdasarkan prevalensi kanker di masing-masing daerah dan ketersediaan sumber daya,” lanjut Tjandra.

Program deteksi dini kanker telah dicanangkan oleh Ibu Negara Indonesia sebagai program nasional pada 21 April 2008. Sampai 2011, program telah dikembangkan di 310 Puskesmas pada 84 kabupaten/kota di 17 provinsi, yaitu provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, Kaimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimanatan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Lampung, dan Banten.

“Program deteksi dini kanker dapat dikembangkan berdasarkan prevalensi kanker di masing-masing daerah dan ketersediaan sumber daya. Selain deteksi dini, buku saku untuk masyarakat untuk dapat melakukan deteksi dini sendiri pun dibagikan,” tutupnya. (tty)

SEBAGAI penyakit penyebab kematian, pemerintah menyusun beberapa program pengendalian terhadap kanker. Terdapat lima program yang telah diupayakan untuk dapat mengendalikan peningkatan pasien kanker.

Risiko kanker dapat terjadi sepanjang usia kehidupan, mulai janin dalam kandungan hingga lanjut usia. Faktor risiko kanker dapat ditemukan di mana-mana, baik disadari maupun tidak. Karena itu, sasaran pengendalian faktor risiko kanker diterapkan untuk semua kelompok usia.

Kementerian Kesehatan telah memperkuat sosialisasi pengendalian kanker di berbagai daerah. Pedoman pengendalian faktor risiko kanker telah disusun untuk petugas kesehatan, kader, anak usia sekolah, dan masyarakat yang berisiko tinggi.

Berikut lanjutan lima kegiatan pengendalian kanker yang telah disusun dan dilaksanakan di Indonesia yang dipaparkan Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI dalam rilis yang diterima Okezone.

3) Surveilans dan registrasi kanker
 
Surveilans dan registrasi kanker merupakan langkah penting lainnya dalam program pengendalian kanker.

“Registrasi kanker telah dimulai sejak 1970-an. Pertama kali, dilakukan survai frekuensi kanker di Semarang pada 1970. Kemudian dikembangkan registrasi kanker berbasis populasi di Kota Semarang sampai 1989. Terdapat juga beberapa registrasi kanker berbasis rumah sakit yang mempunyai sarana patologi anatomi,” tutur Tjandra.

Lebih lanjut, Tjandra menjelaskan, bahwa salah satu upaya dalam program surveilans pada 2006, Yayasan Kanker Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Ahli Patologi Anatomi Indonesia mengembangkan registrasi kanker berbasis data patologi anatomi yang didapat dari 13 RS di Indonesia yang memiliki unit kanker.

Walaupun baru diterapkan di DKI Jakarta, Rumah Sakit Kanker Dharmais telah mengembangkan Sistim Registrasi Kanker di Indonesia atau disebut Srikandi.

“Pada 2007 Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan World health Organization (WHO) Indonesia mengembangkan suatu model registrasi kanker, berbasis rumah sakit dan populasi di DKI Jakarta. Untuk kepentingan validnya dan komprehensifnya data kanker, kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit dan populasi perlu dilaksanakan secara berkesinambungan. Data tersebut akan menjadi sumber informasi untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengendalian kanker. Kegiatan tersebut perlu mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait,” paparnya.

4) Diagnosis dan pengobatan
 
Pada saat ini berbagai rumah sakit di Indonesia sudah mempunyai kemampuan untuk diagnosis dan pengobatan berbagai jenis kanker.

“Diagnosis pasti kanker dengan pemeriksaan patologi anatomik dapat dilakukan di banyak laboratorium di negara kita. Pembedahan kanker dan pemberian kemoterapi juga sudah lama dilakukan di berbagai rumah sakit di Indonesia,” jelasnya.

Tjandra memaparkan bahwa saat ini Indonesia telah mempunyai 21 pusat radiasi, dengan 16 LINAC, 17 telecobalt, dan 45 radiologis kanker yang tersebar di beberapa rumah sakit yang mempunyai unit kanker.

Kendati demikian, diakui Tjandra, bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya dan fasilitas diagnostik dan pengobatan masih perlu ditingkatkan.

“Tentu kita masih memerlukan lebih banyak lagi kelengkapan fasilitas untuk diagnosis dan pengobatan kanker, serta sumber daya manusia untuk menangani kanker di banyak rumah sakit, terutama di luar pulau Jawa,” katanya.

5) Pelayanan paliatif

Perawatan paliatif sangat diperlukan karena sebagian besar penderita kanker yang berada pada stadium lanjut sulit disembuhkan, sehingga usaha mengatasi gejala dan mencukupi kebutuhan penderita, serta keluarga dalam fase terminal menjadi penting.

“Pada saat akhir kehidupannya, penderitaan terhadap rasa sakit, nyeri, atau hal-hal lainnya perlu segera dicarikan jalan keluarnya. Kementerian Kesehatan telah mengembangkan pedoman pelayanan paliatif di rumah sakit. Ikatan pelayanan paliatif yang berkontribusi dalam pelayanan paliatif sudah dibentuk. Namun, pelayanan paliatif untuk terus meningkatkan kegiatan maka diperlukan pengembangan program pelayanan paliatif baik di rumah sakit maupun di masyarakat,” tutup Tjandra.
(tty)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: